Oleh: wong_anTeng | 24 Oktober 2009

Belajar Menghargai orang lain melalui Shalat, yuk!

Sikap menghargai itu yang kayak gimana sih? Menghargai orang lain berarti kita menjaga perasaan orang lain. Tidak menyakiti orang lain, tidak membuat orang lain marah dengan kita, dllnya. Sikap menghargai orang lain dapat berbentuk rendah hati dan berbaik sangka atau berfikiran baik. Sikap menghargai orang lain bisa kita latih memalui shalat. Bagaimana caranya? Caranya simak yang berikut, ya:

  1. Tepatkan tujuan shalat: ingat bahwa Allah Maha Tinggi, lali rasakan bahwa diri kita ini begitu rendah dihadapan Allah.

  2. Pakailah pakaian yang sopan dan tidak mencolok, sehingga tidak mengganggu orang lain disekitar kita.

  3. Begitu mendengar suara adzan dan iqamat langsung saja bergegas menjalankan shalat. Dengan demikian selain menunjukan ketaatan dalam beribadah, itu juga menunjukan bahwa kita menghargai orang yang menyerukan adzan.

  4. Sebagai makmum kita harus berusaha menjadi seorang makmum yang baik.

  5. Segeralah mengikuti gerakan imam, tetapi jangan sampai bersamaan atau bahkan mendahului gerakan imam.

Demikianlah cara mudah agar teman-teman bisa terlatih menghargai orang lainmelalui shalat. Dengan sikap yang saling menghargai kita bisa menumbuhkan rasa kasih sayang dan kerjasama. Misalnya: jiga teman-teman tidak nakal kepada teman lain, pastinya kamu tidak dimusuhi. Jika hubungan dengan teman lain baik, maka kamu akan lebih mudah menjalin kerjasama, misalnya bisa belajar kelompok bareng, bisa ngaji bareng, bisa bermain barena, dan lain-lainya. Kita harus punya sikap mengharigai orang lain agar kita juga dihargai pula. Dengan menghargai kita akan dihargai, hindari sikap memaksakan kehendak yah. Pastinya lebih terasa menyenangkan jika kita punya banyak teman yang sayang sama kita, dibandingkan jika kita dimusui teman yang lain.

Iklan
Oleh: wong_anTeng | 23 Oktober 2009

Sholat Bisa Membuat kita jadi Mandiri, loh!

Mandiri itu apa sih? Mandi sendiri kah? Mandiri itu berarti kita melakukan segala sesuatu sendiri. Bisa saja mandi sendiri tak perlu dimandiin malu-malu dong kalo harus dimandiin, makan sendiri tak perlu disuapin, bersih-bersih dan ngerapi’in kamar sendiri, dllnya serba sendiri. Tahu kah kamu, bahwa sikap mandiri bisa kita latih melalui sholat loh. Kita bisa menggunakan shalat sebagai sarana untuk menjadi mandiri, bagaimana caranya? Simak yang berikut ini ya:

  1. Tetapkan tujuan shalat: ingat bahwa Allah Maha Tunggal, hanya Dia satu-satunya yang pantas kita sembah. Rasakan kebesaran Allah selama melaksanakan shalat.

  2. Siapakan dan pakai pakaian shalat sendiri: jadi teman-teman tak perlu panggil-panggil Ayah atau Bunda untuk ngambilin atau memakaikan pakaian teman-teman.

  3. Siapkan ruangan shalat sendiri dengan sebaik-baiknya secara sendirian tanpa harus merepotkan orang lain: ketika sudah berpakaian rapi, segera menuju ruangan shalat dan siapakan ruangan shalat sendiri, seperti menata sajadah.

  4. Melaksanakan shalat dengan tenang tanpa mengganggu orang lain: kalo teman-teman shalat ya langsung shalat saja, tak perlu teriak-teriak, berisik dan lain-lainya agar tidak mengganggu orang lain.

  5. Menyeru diri sendiri dengan adzan dan iqamat: sebelum shalat teman-teman mengadzani diri sendiri dulu dan kemudian juga iqamat.

  6. Berdo’a dengan kata-kata yang disusun sendiri: berdo’a tidak harus pakai bahasa arab, teman-teman bisa membuat kata-kata sendiri, sesuai bahasa sehari-hari juga tidak apa-apa asal sopan.

  7. Nikamati dengan penuh rasa bahagia atas segala sesuatu yang tercapai secara mandiri: jika kita melakukan segala sesuatu sendiri pasti lebih puas, apapun hasilnya. Dan kita harus bangga atas usaha mandiri yang kita capai, ya kan?

Demikianlah cara sederhana untuk berlatih mandiri melalui shalat. Gampang dipraktekan tow? Pastinya gampang dan bisa segera dipraktekan. Kemadirian sangat penting bagi kita loh, karena tak selamanya kita bisa bersama dengan orang tua ataupun dengan orang-orang terdekat kita. Mungkin saja kelak teman-teman masuk pondok, masuk sekolah yang berasrama, dan lain-lainya. Jadi suatu saat jika kita harus berpisah dengan orang-orang terdekat kita bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri.

Oleh: wong_anTeng | 22 Oktober 2009

Berani Menyambut Masa Depan

Apa yang kamu pikirkan mengenai masa depan? Yang jelas masa depan itu adalah masa yang belum terjadi. Tidak ada seorangpun yang tau akan masa depannya seperti apa, yang tau hanyalah Allah. Dengan tidak taunya kita mengenai apa yang akan terjadi dimasa depan kita, apakah teman-teman takut menyambut masa depan teman-teman? Pastinya teman-teman Berani menyambut masa depan, dong!

Gimana caranya agar kita Berani menyambut masa depan? Caranya mudah saja, berfikirlah yang baik-baik alias berfikiran positif. Misalnya, Besok ada ulangan IPA, malam harinya teman-teman belajar dengan sungguh-sungguh dan yakin saja dengan kesungguhan belajar teman-teman, besok pasti bisa ngerjain soal ulangan. Kalo misalnya pikiran kita jelek, jangan-jangan soalnya sulit dan enggak bisa mengerjakan. Pikiran jelek seperti itu harusnya dihilangkan, teman-teman harusnya yakin bahwa kamu bisa, kamu pasti bisa! Semangat!

Apakah masa depan itu, hanya hari esok saja? Tentu tidak, karena ada satu lagi masa depan yang pantas teman-teman kejar yaitu cita-cita. Apa sih cita-cita kamu? Ingin jadi Dokter, Polisi, Guru, Presiden, Arsitek, Pilot, Penulis, Pengusaha, atau lain-lainya. Cita-citamu harus kamu arahkan sejak sekarang agar kamu bisa lebih mudah untuk mewujudkannya kelak. Jika teman-teman udah memutuskan sebuah cita-cita, teman-teman bisa mulai belajar apa saja yang diperlukan untuk mencapai apa yang kamu cita-citakan. Misalnya ingin jadi dokter, teman-teman bisa mulai belajar untuk menjadi dokter kecil disekolahan, Rajin belajar mata pelajaran IPA, rajin menjaga kesehatan diri sendiri, dllnya.

Hal penting yang tak boleh dilewatkan untuk memantabkan penyambutan masa depan adalah rajin beribadah kepada Allah. Sholat yang rajin dan selalu berdo’a agar kita diberikan kemudahan dimasa depan. Jangan lupa pula untuk selalu berusaha mengupayakan yang lebih baik dari waktu-kewaktu. Berfikirlah bahwa masa depan yang cerah telah menanti kita. Bagaimana jika teman-teman memiliki cita-cita yang tinggi, namun takut tak bisa mewujudkanya karena orang tua tak mampu membiayai sekolah. Jangan takut, tetap rajin belajar! Jika kamu pintar, bisa saja sekolah gratis yaitu dengan mencari beasiswa. Teman-teman, mari kita sambut masa depan kita dengan senyuman dan penuh keberanian. Semangat, hore!!!!!

Older Posts »

Kategori