Oleh: zelyindahan | 7 Oktober 2009

BOLEH MELAKUKAN SUATU ISYARAT SAAT SHALAT

Bahasa isyarat itu apa sih? Yaitu suatu gerakan tubuh yang dilakukan oleh seseorang sebagai tanda/pemberi tahuan kepada orang lain. Isyarat ini biasa dilakukan bila seseorang sedang tidak bisa bicara, misalnya : sedang sakit tenggorokan, batuk, orang bisu tuli. Bahkan saat kita sedang melakukan sesuatu yang serius dan tidak mau diganggu, kita biasanya menjawab perkataan orang lain hanya dengan anggukan atau gelengan kepala saja. Nah, itulah isyarat.

Kalau demikian, apa kita juga boleh mengobrol dengan teman waktu shalat? Kan bisa dijawab dengan gerakan tubuh? Wah… wah… wah…. jika kita shalat sambil ngobrol, bisa-bisa nanti konsentrasi shalat kita terpecah.Malah kita bisa lupa, “Aku sudah melaksanakan shalat ini berapa rakaat ya?”

Nah lo… Bukannya ingat Allah, malah jadi ingat teman. Tentu saja shalat sambil mengobrol itu dilarang.

Jadi bagaimana yang diperbolehkan? Menurut suatu Hadis riwayat Ahmad : Seorang sahabat Rasul bernama Shuhaib melewati Rasulullah yang sedang shalat. Sahabat tersebut mengucapkan salam. Maka Rasul menjawab dengan isyarat. Beliau menjawab dengan gerakan tangan. Begitulah teman-teman… kita menggunakan isyarat ketika shalat hanya dalam keadaan ‘kepepet’. Isyarat dilakukan seperlunya saja, ya. Tidak perlu berlebihan.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: