Oleh: zelyindahan | 7 Oktober 2009

LATIHAN GERAKAN

MELATIH GERAK SPONTAN/REFLEK WAKTU KITA SHALAT

Gerak spontan atau biasa juga disebut gerak reflek itu apa sih? Setiap makhluk hidup ciptaan Allah pasti punya gerakan yang terjadi secara spontan (langsung tanpa diperintah oleh otak) ketika ada sesuatu bahaya. Contohnya mata kita. Kelopak mata ini berfungsi untuk melindungi debu yang masuk ke mata. Nah, kelopak mata kita akan menutup dengan sendirinya ketika ada debu-debu beterbangan. Kita tidak usah berpikir dulu sebelum menutup kelopak mata. Itulah yang dinamakan gerak reflek.

Katanya shalat harus khusyuk. Tanda orang yang shalatnya khusyuk yaitu tidak tergoda oleh apa pun yang terjadi di sekelilingnya. Walaupun terjadi gempa bumi ataupun kebakaran, kita tetap harus berdiri tegap untuk shalat. Apakah demikian??

Tidak, teman. Itu justru menandakan bahwa reflek kita tidak bagus. Pada waktu shalat pun kita perlu waspada. Contohnya begini : Annisa sedang shalat isya’ seorang diri di kamarnya. Di sampingnya terdapat meja dan di atas meja terdapat sebatang lilin karena lampu sedang padam. Annisa tidak sadar bahwa di dekat lilin terdapat tumpukan kertas dan buku-buku pelajarannya. Dia pun membiarkan jendela kamarnya terbuka agar cahaya bulan menambah pencahayaan kamarnya.

Tetapi… angin yang berhembus membuat api bergoyang-goyang tanpa kendali. Dan akhirnya si api berhasil menjilat tumpukan kertas milik Annisa. Yaaah, apa itu yang menyala-nyala? Oh, api mulai melahap kertas-kertas itu. Tetapi Annisa yang memiliki kesiagaan tinggi, segera bergerak meniup api tersebut. Hhhhh… syukurlah kobarannya masih kecil jadi cepat padam.

Setelah selesai meniup lilin, dia lanjutkan lagi shalatnya. Begitu teman-teman.

SHALAT MELATIH KEKUATAN DAN KESEIMBANGAN TUBUH

Lho kok bisa gitu? Ya bisa dong.  Posisi berdiri dapat melatih kekuatan kita. Coba kita bayangkan, orang-orang yang sedang sakit dan tidak bisa berdiri. Maka mereka harus menggunakan alat bantu kalau mau shalat, atau shalat sambil tidur karena mereka tidak punya kekuatan untuk menyangga tubuh. Alangkah senangnya dan bersyukur kita yang diberi kesehatan sehingga kaki kita bisa menopang tubuh dengan baik.

Posisi lain juga memiliki manfaat dalam keseimbangan dan kekuatan tubuh. Keseimbangan saat shalat terjadi waktu tubuh kita berada pada posisi tengah-tengah, tidak tinggi dan juga tidak rendah. Posisi apa itu? Ya posisi waktu ruku’ dan duduk. Bahkan bisa jadi saat duduk bisa lebih tenang daripada ruku’.

AYO! SIAPA YANG BETAH SHALAT LAMA?

Kalau shalat kita khusyuk, maka menjadi betah shalat berlama-lama. Mengapa demikian? Ini membuat kita memilik daya tahan tubuh yang kuat. Apalagi kalau kalian mau jadi anggota TNI atau POLRI ketika dewasa nanti.

Yang benar??? Benar. Kok kalian tidak percaya. Mari kita pelajari tentang daya tahan tubuh dengan shalat.

Kalian pernah lihat para tentara dan polisi militer latihan atau saat beris di lapangan?

Setiap tanggal 17 Agustus, dilaksanakan upacara bendera di lapangan. Yang paling bisa kita amati adalah upacara di halaman Istana Negara Jakarta. Lihat! Para pasukan yang gagah-gagah itu! Meski kepanasan mereka tetap berdiri dengan tegap di tengah lapangan tanpa banyak gerak. Mereka harus khusyuk dalam melaksanan tugas karena patuh pada atasan dan kecintaan pada pekerjaannya.

Waktu shalat juga demikian, teman-teman. Karena kecintaan terhadap ibadah dan patuh pada Allah, kita tahan shalat dalam waktu lama. Tetapi… sekali lagi saya bilang, semampu kalian saja.

Ada dua macam cara untuk mengukur ketahanan tubuh saat shalat. Yang pertama adalah memperbanyak rakaat shalat, kedua memperpanjang waktu shalat.

Tapi kalau shalat wajib jelas tidak bisa ditambah-tambah rakaatnya dong. Kan sudah ditetapkan. Shalat subuh 2 rakaat, dzuhur 4 rakaat, ashar 4 rakaat, maghrib 3 rakaat, dan isya’ 4 rakaat. Yang boleh ditambah jumlah rakaatnya itu adalah shalat sunnah. Seperti shalat dhuha dan tahajjud.

Jadi kalau mau mengukur daya tahan pada saat shalat wajib, bukan menambah rakaat, tatapi memperpanjang bacaannya. Yang biasanya cuma baca surat Al-Ikhlas, diganti membaca surat Ali Imran yang panjang itu. Bagaimana teman-teman? Meski masih kecil, tapi kalau kalian mampu…. why not???

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: