Oleh: zelyindahan | 9 Oktober 2009

MENYINGKAT GERAKAN SHALAT

Lho, shalat kok disingkat? Iya. Kita memang boleh shalat lama-lama. Tapi terkadang, bagi kita yang belum terbiasa shalat lama-lama itu bisa bikin konsentrasi hilang. Benar tidak? Karena sebenarnya percuma juga kalau kamu memaksa shalat lama-lama tetapi tidak bisa khusyuk. Bisa-bisa shalat kita hanya dicatat setengahnya oleh malaikat. Atau malah cuma sepertiganya, seperempatnya, seperlimanya, … bahkan sepersepuluhnya. Waaah, pahala kita jadi hilang dong. Tidak mau!!!

Maksudnya begini, teman. Kita memperpendek waktu shalatnya. Yang tadinya lima belas menit, jadi lima menit saja ya. Yang penting dalam shalat itu adalah pemusatan pikiran alias khyusuknya. Biar shalatnya cepat seperti robot, tapi kalau khusyuk akan lebih baik daripada shalatnya berlama-lama tapi sambil melamun.

Tapi sebenarnya ada kok yang benar-benar boleh meminimalkan gerakan shalat. Yaitu orang-orang yang sedang sakit. Mereka mana mungkin bisa berdiri tegak, ruku, dan sujud. Bisa-bisa tambah sakit nanti.  Biasanya orang sakit posisi shalatnya sambil  duduk. Kalau yang tidak sanggup duduk, ya sambil tidur.

Jadi kalau aku lagi sakit panu boleh dong shalat sambil duduk? Hush! Kalau sakitnya ringan, ya harus tetap shalat sambil berdiri dong.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: