Oleh: zelyindahan | 10 Oktober 2009

Mengatur Pikiran Dalam Shalat.

Oleh : SekarSari

Apakah Pikiran Itu?

Allah menciptakan berbagai makhluk di muka bumi. Makhluk-makhluk Allah yang umumnya telah diketahui antara lain tumbuhan, hewan, dan manusia. Setiap makhluk memiliki ciri-ciri yang khusus sehingga mudah dikenali. Ciri-ciri yang membedakan setiap makhluk bisa wujud/bentuk, cara hidup, tempat hidup maupun susunan tubuhnya. Begitu pula dengan makhluk Allah yang bernama manusia. Manusia dapat dibedakan dari hewan berdasarkan akal dan pikiran. Manusia memiliki akal dan pikiran sedang hewan tidak memiliki akal dan pikiran sehingga di mata Allah yang wajib beribadah antara manusia dan hewan adalah manusia. Manusia dapat masuk surga atau neraka sedangkan hewan tidak disediakan surga atau neraka kecuali seekor anjing bersama dengan pemuda-pemuda Kahfi dapat masuk surga dan ceritanya ada di dalam Al-Qur’an. Manusia dapat berbicara, membaca dan menulis sedang hewan tidak. Bila ada hewan yang dapat berbicara, membaca dan menulis bisa jadi itu jin yang berubah wujud jadi hewan atau hewan yang dapat menulis karena dilatih manusia misalnya monyet dan gajah. Hewan hanya memiliki otak dan keberadaan hewan sendiri untuk kepentingan manusia.

Dengan memiliki pikiran, manusia dapat memiliki kecerdasan untuk hidup di muka bumi. Pikiran manusia berada di bagian kepala yang merupakan kumpulan ilmu pengetahuan yang telah dimiliki. Pengetahuan yang dimiliki bisa dari pengalaman yang dialami, cerita orang lain, bacaan atau segala yang pernah dilihat dan didengar.

Pikiran sangat penting bagi manusia. Kehancuran manusia akan terjadi bila manusia tidak memiliki pikiran. Pikiran dapat membawa manusia jadi bahagia tetapi dapat pula membawa kesengsaraan dalam hidup. Pikiran yang selalu mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya akan membawa manusia bahagia di dunia dan akhirat serta kekal tinggal di surga. Sedang pikiran yang selalu mengikuti keinginan dan menuruti ajakan setan untuk melakukan larangan dari Allah serta tidak melaksanakan perintah-Nya akan membawa manusia ke tempat tinggal yang buruk yaitu neraka serta kesengsaraan di dunia.

Hubungan Pikiran Dengan Shalat

Salah satu perintah Allah yang ditujukan kepada manusia adalah shalat. Perintah shalat lima waktu diberikan saat Rasulullah Isra’ Mi’raj. Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan Rasusullah saw menghadap Allah SWT dan menerima perintah shalat lima waktu ( shalat wajib ). Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad bertemu dengan para nabi lainnya, melihat surga dan neraka selain menerima perintah shalat wajib lima kali sehari semalam. Begitu pentingnya shalat sehingga Allah langsung memberikan perintah dengan membuat Rasulullah saw menghadap Allah sendiri dan tidak melalui malaikat Jibril. Allah langsung berfirman kepada Rasulullah saw tanpa perantara malaikat Jibril. Rasulullah berbicara dengan Allah SWT lewat tabir cahaya yang membuat Rasulullah tidak dapat melihat Allah SWT secara langsung tapi dapat mendengar suara Allah SWT. Manusia tidak dapat melihat Allah karena Allah ghaib. Pada zaman Nabi Musa, Allah menampakkan diri atas permohonan Nabi Musa akan tetapi bukit menjadi runtuh dan Nabi Musa as jatuh pingsan karena tidak sanggup melihat wujud Allah. Nabi Musa lalu bertobat mohon ampun kepada Allah karena menyaksikan kebesaran Allah dan makin beriaman kepada Allah Tuhan Sang Pencipta.

Nabi Musa memiliki kitab suci Taurat sedangkan Nabi Muhammad memiliki kitab suci Al Qur’an. Dalam Al Qur’an yang merupakan kumpulan firman dari Allah terdapat perintah shalat. Sebelum Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad mengerjakan shalat dua kali sehari yakni di pagi hari dan sore hari sebanyak dua rakaat seperti shalat Nabi Ibrahim as. Akan tetapi setelah Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad saw beserta seluruh umat beliau diperintahkan untuk shlat wajib lima kali sehari semalam sampai hari kiamat.

Shalat merupakan perintah dari Allah dan cara manusia berkomunikasi dengan Allah secara langsung. Shalat merupakan ibadah yang menyebabkan manusia masuk surga tanpa dihisap artinya bila manusia shalat lima waktu meninggal dunia, akan langsung masuk surga. Shalat merupakan kunci masuk surga. Manusia yang menginginkan tempat tinggal di surga seharusnya bersungguh-sungguh melaksanakan shalat. Shalat berkaitan erat dengan pikiran. Pikiran yang tidak tertuju kepada Allah saat mmelaksanakan shlat, belum tentu shalatnya diterima Allah. Allah Maha Tahu semua yang ada di pikiran manusia.

Ibadah shalat termasuk bentuk penyembahan kepada Allah SWT sebagai Tuhan semesta alam yang patut disembah. Hanya kepada Allah umat Rasulullah saw memohon pertolongan dan tidak ada sembahan lain kecuali Allah Yang Maha Esa. Shalat dengan memikirkan dapat pujian dari orang lain, tidak akan diterima oleh Allah karena sama saja pikiran tidak tertuju kepada Allah. Pikiran dalam shalat memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan nilai dari shalat di hadapan Allah. Pikiran yang tertuju kepada Allah dalam shalat akan mendapat pahala serta permohonannya insya Allah terkabul.

Pikiran Teratur Saat Shalat

Shalat dimulai dari gerakan takbir dan diakhiri dengan salam. Shalat dikerjakan baik secara berjamaah maupun sendiri-sendiri. Tempat untuk shalat dapat di masjid, mushala, rumah, lapangan, perahu, kereta api, pesawat dan semua tempat di muka bumi. Shalat wajib dikerjakan sesuai dengan waktunya.

Orang-orang Islam shalat dengan kebiasaannya. Akan tetapi shalat yang benar seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Adik-adik bisa mengetahui tentang shalat di buku tuntunan shalat Rasulullah. Shalat merupakan salah satu rukun Islam. Islam diitegakkan atas 5 perkara yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Shalat juga disebut tiang agama. Siapa yang melaksanakan shalat berarti menegakkan agama Islam tetapi siapa yang tidak melaksanakan shalat meruntuhkan agama. Shalat merupakan pembeda antara orang muslim dengan bukan muslim.

Saat ini kegiatan manusia semakin bertambah banyak. Begitu pula dengan adik-adik, ya? Sekolah, olahraga, mengikuti les pelajaran, membantu orang tua di rumah dan lain sebagainya termasuk bermain tentunya. Seperti telah dikatakan shalat merupakan kunci masuk surga. Perintah Allah kepada Rasulullah beserta seluruh umatnya sampai akhir zaman diantaranya shalat lima waktu. Adik-adik yang beragama Islam dan ingin masuk surga harus melaksanakan perintah perintah Allah salah satunya melaksanakan shalat lima waktu. Shalat lima waktu telah ditetapkan waktu pelaksanaannya sehingga dapat menjadi pedoman adik-adik untuk melakukan kegiatan yang lain. Dengan kegiatan shalat yang dilaksanakan secara teratur, adik-adik dapat mengatur waktu dengan kegiatan yang lain sehingga akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Selain shalat yang teratur, adik-adik juga harus menggunakan pikiran yang teratur saat shalat. Apa ya, maksudnya? Secara umum adik-adik shalat dengan mengikuti cara orang dewasa shalat atau dikatakan masih ikut-ikutan. Kadangkala dalam shalat masih melirik ke kiri dan ke kanan serta bercanda dengan teman di sebelah kanan atau kiri, ya? Bila adik-adik masih bercanda dalam shalat dan hanya asal ikut orang dewasa shalat, artinya adik-adik belum menggunakan pikiran teratur dalam shalat. Apa akibatnya? Adik-adik yang shalat tidak dengan pikiran teratur tidak mendapatkan manfaat dari shalat adik-adik dan belum tentu shalat adik-adik diterima oleh Allah. Ibadah yang belum tentu diterima oleh Allah berakibat Allah belum tentu menempatkan adik-adik di surga kelak.

Setiap makhluk Allah pasti mengalami kematian. Entah berumur panjang atau pendek, di akhirat ada dua tempat tinggal terakhir yaitu surga dan neraka. Untuk menentukan adik-adik kelak di akhirat tinggal di mana, tergantung perbuatan adik-adik di dunia. Jadi orangtua adik-adik belum tentu dapatmenolong adik-adik di hadapan Allah SWT. Setiap orang menanggung kesalahannya sendiri. Adik-adik juga tidak dapat menolong orang-orang yang disayangi di hadapan Allah SWT. Sedih, nih!

Kalau adik-adik tidak mau berakhir di neraka harus melaksanakan shalat dengan pikiran yang teratur saat shalat serta bersungguh-sungguh belajar shalat bila belum bisa. Dalam shalat adik-adik bisa berdoa kepada Allah agar dimasukkan ke surga bersama orang-orang yang adik-adik sayangi termasuk orang tua. Begitu pula dapat berdoa dijauhkan dari neraka setelah melaksanakan shalat. Allah mendengar doa adik-adik dan insya Allah akan mengabulkan doa adik-adik. Adik-adik harus tahu bahwa hidup di dunia hanya sementara dan akan hidup kekal abadi di akhirat. Untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, adik-adik dapat memperolehnya dengan melaksanakan shalat lima waktu sampai batas umur yang ditentukan oleh Allah SWT.

Cara Menata Pikiran Dalam Shalat

Apa yang dimaksud menata pikiran dalam shalat? Menata pikiran dalam shalat artinya membuat pikiran adik-adik bersungguh-sungguh dalam melaksanakan shalat dari awal pelaksanaan shalat sampai shalat berakhir. Allah melihat kesungguhan adik-adik dalam melaksanakan shalat. Bila pikiran adik-adik kacau dan tidak bersungguh-sungguh dalam melaksanakan shalat maka Allah belum tentu mengabulkan segala doa yang adik-adik mohonkan kepada Allah. Sulit menata pikiran dalam shalat? Disini akan diberitahukan beberapa cara agar dalam shalat pikiran adik-adik tetap tertuju pada shalat.

  1. Ketika hendak shalat, pikiran diaktifkan.

Mengawali shalat kadangkala merupakan suatu yang sulit. Adik-adik sering mengalami kurang bersemangat untuk shalat atau asal melakukan gerakan shalat dan pikiran tidak memikirkan Allah SWT. Rasulullah bersabda:’ Jika muadzin mengucap: “Allaahu akbar Allaahu akbar (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar), ‘lalu salah seorang dari kalian menjawab ‘ Allaahu akbar Allaahu akbar ( Allah Maha Besar, Allah Maha Besar),’ kemudian muadzin mengucap ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah (aku mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah), lalu dia menjawab ‘ Asyhadu allaa ilaaha illallaah ( aku mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah),

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: