Oleh: zelyindahan | 18 Oktober 2009

SERI CARA-CARA IBADAH YANG MENYENANGKAN

Oleh : SekarSari

Niat Shalat Hilang, Kok Bisa!

Pernahkah adik-adik malas melaksanakan shalat ? Atau pernahkah bosan melaksanakan shalat karena sering dilakukan? Tidak hanya pada adik-adik, kedua hal tersebut sering dirasakan dan dialami oleh orang dewasa juga. Rasa malas dan bosan sudah umum ada pada setiap orang. Manusia memiliki berbagai sifat yang melekat padanya, antara lain sifat malas dan bosan. Oleh karenanya niat shalat sering hilang karena adanya sifat malas dan bosan yang muncul.

Apakah adik-adik percaya adanya setan? Menakutkan!!! Itu yang mungkin terlontar dari mulut adik-adik. Memang setan merupakan salah satu makhluk  Allah yang diciptakan dari api dan ternyata keturunan Iblis. Iblis merupakan musuh Nabi Adam as karena memiliki rasa iri dan sombong serta menyebabkan Nabi Adam as dikeluarkan dari surga untuk menempati bumi. Iblis beserta setan itu ghaib artinya tidak tampak oleh mata. Mereka sejak dikutuk oleh Allah SWT, berjanji akan membuat Nabi Adam as beserta keturunannya digoda dan dibuat untuk lupa mengingat Allah SWT. Ajakan Iblis serta setan selalu akan mengajak manusia untuk melakukan keburukan sampai datangnya hari kiamat.

Salah satu cara setan yang merupakan anak buah Iblis untuk menjerumuskan manusia ke nasib yang buruk adalah membuat manusia meninggalkan shalat. Setan mendatangi manusia yang tidur dan memberi ikatan agar susah untuk bangun mengerjakan shalat, misalnya shalat subuh atau shalat malam. Bila adik-adik sudah diberi pelajaran shalat malam atau tahajut, manfaatnya sangat banyak dan ibadah yang disukai oleh Allah SWT. Orang yang shalat tahajut dan shalat subuh pada waktunya akan diberi rahmat dan hidupnya akan diberi kemudahan serta mendapat kebahagiaan di akherat kelak.

Nabi saw bersabda,” Setan mengikat kuduk orang yang sedang tidur dengan tiga ikatan. Lalu, setan memukul tempat setiap ikatan itu sambil berbisik. ‘Malam masih panjang, tidurlah!’ Bila orang yang tidur itu bangun lantaran ingat akan Allah SWT, lepaslah satu ikatan. Lalu, jika ia pergi berwudhu, terurailah satu ikatan lagi. Dan, manakala ia mendirikan shalat, lepaslah  ikatan terakhir, sehingga pada paginya ia menjadi bergairah dan tangkas. Kalau tidak (melakukan tiga hal itu), maka pada paginya, ia menjadi malas dan tidak tangkas.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dari hadits Rasulullah saw tersebut, adik-adik mendapat trik atau cara agar setan tidak berhasil membuat adik-adik meninggalkan shalat. Dengan pertolongan Allah SWT, setan akan menjauh dari adik-adik. Wah, lega rasanya. Setan jadi Jauuh!!!

Gerakkan Tubuh, Niat Tetap Ada

Hilangkan malas akan mengikis rasa enggan melaksanakan shalat. Niat yang ada pada diri adik-adik perlahan hilang dengan sendirinya bila malas menetap. Jadi shalatnya ditinggalkan? Mau bernasib buruk dan tinggal di neraka selamanya? Silakan saja adik-adik meninggalkan shalat kalau mau terus-menerus dikelilingi setan dan setan akan berkawan dengan adik-adik. Kawan setan akan kehilangan teman-teman yang baik,tidak disayangi orang tua dan Allah SWT akan membuat hidup menjadi susah. Orang yang telah menjadi kawan setan akan selalu berbuat keburukan dan kejahatan sesuai yang dibisikkan setan itu.

Nggak mau jadi kawan setan itu harus jadi tekad adik-adik. Semangat mengerjakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Shalat merupakan salah satu perintah dari Allah untuk kebaikaan manusia sendiri. Allah SWT Maha Tahu atas semua makhluk-Nya sehingga memberikan cara-cara pada manusia agar selamat dari gangguan setan. Selamat dari setan hasilnya hidup adik-adik akan bahagia di dunia dan akherat. Ayo terus semangat kerjakan shalat!!!

Menggerakkan tubuh untuk melaksanakan shalat semakin membulatkan niat menghadap dan berdoa sebagai harapan yang hanya digantungkan kepada Allah SWT. Hanya berharap kepada Allah SWT adik-adik akan semakin tenang. Shalat sebenarnya bentuk komunikasi langsung dengan Allah SWT sebagai Tuhan yang mencipta manusia. Bila adik-adik sedang kesal, sedih dan kecewa, shalat dapat dijadikan sebagai cara mengadu kepada Allah SWT. Adik-adik bisa curhat (mencurahkan hati) kepada Allah SWT apa yang dialami adik-adik. Allah Maha Tahu, Maha Melihat dan Mendengar. Bila adik-adik mendapat kegembiraan, shalat dijadikan cara untuk bersyukur. Jika adik-adik pandai bersyukur maka Allah akan memberi dan terus memberi. Tapi bila adik-adik tidak pernah berterima kasih kepada Allah SWT, akan menyengsarakan adik-adik sendiri dan Allah enggan memberi lagi. Cara mudah bersyukur dapat dengan mengucap Alhamdulillah (Segala Puji bagi Allah) dalam doa setelah shalat. Selain itu Allah akan selalu memberi petunjuk dan pertolongan bila adik-adik rajin shalat!

Langkah menuju ke masjid akan menghasilkan satu kebaikan dalam setiap langkah yang diayunkan. Sepuluh langkah menghasilkan sepuluh kebaikan. Seribu langkahpun menghasilkan seribu kebaikan. Semakin dekat dengan tempat shalat, niat untuk shalat akan semakin kuat. Nabi saw bersabda, “ Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke rumah Allah (yakni masjid dan mushala) untuk menunaikan shalat fardhu, niscaya setiap langkahnya diperhitungkan setengahnya menghapus dosa, setengah lainnya menaikkan derajat (HR. Muslim).

Shalat Sesuai Kemampuan dan Keadaan

Shalat sah bila terlebih dahulu bersuci sebelum mengerjakannya. Bersuci artinya membersihkan diri. Untuk shalat, bersucinya melakukan wudhu dengan air sesuai dengan cara-cara yang telah diajarkan Rasulullah saw. Cara berwudhu dapat adik-adik baca di buku-buku agama Islam. Ada kalanya adik-adik mengurungkan niat untuk shalat karena tidak ada air. Air dapat diganti dengan debu yang suci. Debu tersebut dapat diperoleh di tembok, tanah, lantai dan tempat-tempat lain yang mengandung debu misalnya kaca jendela. Bersuci dengan debu disebut tayammum. Shalat di mana saja dapat selalu dilakukan karena bila air ketemu maka debu pun bisa dipakai berwudhu (tayammum).

Allah tidak akan membebani makhluk-Nya dengan beban yang tidak sanggup dipikulnya. Hal ini berarti Allah memberikan beban sesuai kemampuan makhluk-Nya. Besar kecilnya beban tergantung tingkatan kemampuan makhluk ciptaan Allah. Begitu pula shalat yang memang diwajibkan bagi umat Islam. Shalat memang merupakan beban umat Islam yang harus selalu dilaksanakan dalam keadaan apapun. Wah, kok gitu sih. Ini karena shalat sangat penting dan Allah SWT Maha Mengetahui segala kebaikan yang tidak diketahui manusia. Manusia dapat mengetahui apa yang Allah ketahui bila mendapat izin-Nya. Termasuk shalat yang merupakan kepentingan manusia sendiri, kebutuhan  manusia sendiri dan kebaikannya akan dirasakan manusia sendiri juga. Allah tidak memerlukan shalat dari manusia tetapi manusia memerlukan shalat untuk dirinya sendiri. Manusia memiliki kemampuan terbatas dan dengan shalat dapat memohon kepada Allah Yang Maha Segalanya memiliki kemampuan serta kehebatan tidak terbatas dan Maha Kekal Abadi. Rasulullah saw bersabda, “ Shalatlah kamu dengan berdiri. Jika kamu tidak sanggup, hendaklah dengan duduk. Jika kamu tidak sanggup, hendaklah dengan menelentang. Allah tidak  membebani seseorang sesuai dengan kemampuannya (HR Bukhari). Orang yang sakit tetap wajib melaksanakan shalat sesuai dengan kemampuannya.  Allah Maha Mengerti keadaan Makhluk-Nya sehingga adik-adik tidak perlu khawatir. Shalatlah dalam keadaan dan kemampuan yang sesuai dengan kondisi adik-adik. Bila sehat, shalat dengan berdiri tetapi jika sakit dapat dengan duduk atau berbaring. Bila tidak bisa berwudhu dengan air bisa dengan tayammum. Hal yang paling penting niat shalat, peliharalah! Shalat menggapai kebahagiaan di dunia dan akherat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: