Oleh: wong_anTeng | 21 Oktober 2009

Nikmati Apa yang Ada di Masa Kini

Apa sih makdunya masa kini itu? sebelumnya kan kita udah belajar tentang masa lalu yaitu kejadian yang telah berlalu. Sedangkan masa kini itu sesuatu yang terjadi saat ini. Misalnya saja saat ini teman-teman berada disekolah dan menunggu pembagian hasil ulangan Matematika, begitu nama kamu dipanggil ternyata kamu dapet nilai 100. Seketika itu kamu langsung mengucapan syukur kepada Allah dan begitu menikmati kebahagiaan atas hasil ulangan Matematika itu. Nah itulah yang dimaksud dengan menikmati apa yang ada di masa kini.

Kalo di dalam sholat, bacaan yang pas untuk menikmati rasa syukur adalah ketika kita membaca surat Al-fatihah pada kalimat alhamdu lillahi rabbil’aalamiin. Selain itu, kesempatan rasa syukur itu juga bisa kita lakukan saat sujud. Teman-teman tau kan, bahwa kita boleh melakukan sujud syukur seketika disaat memperoleh kenikmatan yang mengesankan. Misalnya saja, teman-teman sedang mengikuti audisi kontes nyanyi. Saat pengumuman juara, ternyata nama kamulah yang terdaftar sebagai pemenang juata I (satu), seketika diatas panggung kamu langsung sujud syukur dengan disertai menangis karena bahagia.

Kebahagiaan masa kini berkaitan pula dengan kebahagiaan dimasa lalu, untuk itu tumbuhkan rasa senang atas masa lalu. Syukuri semua yang telah terjadi, karena itu semua adalah kehendak Allah. Dengan senantiasa mengingat kebesaran Allah maka kita jadi lebih mudah untuk menghindari sikap sombong alias takabur. Nikmati saja apa yang telah diberikan oleh Allah kepada kita dengan penuh rasa syukur. Mulai dari sekarang biasakan untuk menikmati apa yang telah kita dapati hari ini dan mengupayakan hasil yang lebih dihari esok.

Bagaimana jika kita dalam keadaan memendam rasa kecewa atau sakit? Bagaimana kita bisa menikmatinya? Misalnya saja, kita sholat jamaah dimasjid. Secara tidak sengaja disamping kita berdiri seorang makmum yang memakai bau-bauan yang tidak kamu sukai. Apa reaksimu? Apakah kamu akan menutup lubang hidungmu dengan tangan. Jelas saja itu tak mungkin kan? Agar kamu tetap dapat menikmati sholatmu, bayangkan saja bahwa bau itu tak sebanding dengan bau bangkai. Tetaplah konsentrasi dan sabar saja. Contoh lainya, ketika teman-teman sujud secara tiba-tiba ada semut menggigit jari kaki. Bagaimana reaksimu? Apakah kamu akan memejet semut itu dengan tangan kamu? Itu enggak mungkin kan? Tetaplah bersabar, jika digigit satu semut saja sudah kesakitan bagaimana kalo seribu semut, itu semua tak sebanding dengan sakitnya siksa nerakan kan? Makanya tetap konsentrasi saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: